Suara Warga Blitar Terbelah Akibat Polusi Pabrik Aspal dan Pemecah Batu

Politik

Kehadiran pabrik aspal dan unit pemecah batu di wilayah Blitar, Jawa Timur, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga setempat. Di satu sisi, keberadaan fasilitas industri tersebut dianggap mampu membuka lapangan kerja dan mendukung pembangunan infrastruktur daerah. Namun di sisi lain, dampak lingkungan yang ditimbulkan—terutama polusi udara dan suara—memicu protes dari sebagian masyarakat.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik melaporkan peningkatan debu halus yang menyebar hingga ke permukiman, mengganggu kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Selain itu, suara bising dari mesin pemecah batu yang beroperasi hampir sepanjang hari dinilai mengganggu ketenangan lingkungan. “Dulu kami bisa tidur siang dengan tenang. Sekarang, suara dentuman terus-menerus,” keluh salah seorang warga.

Namun, tidak semua warga menolak keberadaan pabrik. Sebagian lain justru mendukung karena mereka atau keluarganya bekerja di sana. Mereka berargumen bahwa manfaat ekonomi yang dirasakan lebih besar daripada gangguan lingkungan yang—menurut mereka—bisa diminimalisir dengan pengelolaan yang baik. Perbedaan pandangan ini pun memicu ketegangan sosial di tingkat RT/RW.

Pemerintah daerah diminta turun tangan untuk mengevaluasi izin operasional pabrik serta memastikan penerapan standar lingkungan yang ketat. Sementara itu, dialog antarwarga dan pihak pengelola pabrik diharapkan dapat menemukan titik temu yang adil bagi semua pihak.

Bagi Anda yang ingin mencari hiburan setelah mengikuti isu-isu serius seperti ini, kunjungi Joker11 RTP untuk pengalaman bermain yang menyenangkan dan aman.